Wajah Baru Bakal Calon Bupati 50 Kota
Posted by tan baro on 22 Juli 2009 · 3 Komentar
Sejauh ini, suksesi kepala daerah Kabupaten Limapuluh Kota baru sebatas topik diskusi. Para kandidat masih malu-malu kucing untuk buka kartu. Meskipun demikian, banyak nama sudah mengapung ke permukaan. Di antaranya adalah Amri Darwis (bupati incumbent), Irfendi Arbi, Alis Marajo, Benny Muchtar, Ismardi, Arius Sampeno, Profesor Ardi, dan Zagli Bros.
Kemudian, juga mengapung nama Mayjen Djasri Marin, Inu Kencana Syafei, Dewi Fortuna Anwar, Aswan Yunas, Mulyadi Afmar, Syafri Jalinus, Delyusri Amrul, Marnidaswati, Drh Harmen, Yulfitni Djasiran, Ferizal Ridwan, Marsanova Andesra, Syamsul Mikar, Darman Sahladi, Zadry Hamzah, dan sejumlah nama lain.
”Harus ada wajah baru sebagai calon pemimpin kabupaten dengan 13 kecamatan ini. Jangan yang itu ke itu saja orangnya. Kalau bisa, tokoh-tokoh muda muncul. Parpol perlu memikirkannya dari sekarang,” kata Ilson Cong, anggota DPRD Limapuluh Kota yang tidak lama lagi bakal menjadi anggota DPRD Sumbar dari Partai Bintang Reformasi kepada Padang Ekspres, beberapa waktu lalu.
Sedangkan politisi muda Kabupaten Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, justru memberi pendapat berbeda. Menurutnya, wajah-wajah lama tetap layak mendapat tempat dalam Pilkada 2010 mendatang. Namun untuk lebih klop, mereka perlu disandingkan dengan wajah baru atau orang-orang muda. Sehingga terjadi saling isi pengalaman dan saling transfer semangat.
Lain lagi komentar tokoh muda Luhak Limopuluah Haji Desra. Menurutnya, dalam Pilkada Limapuluh Kota 2010 mendatang, tak perlu ada dikotomi orang tua atau orang muda, wajah lama atau wajah baru. Tapi yang perlu digarisbawahi sebenarnya adalah tujuan utama Pilkada bukan untuk merebut kekuasaan. Melainkan sebagai sarana demokratis, guna mencari pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi daerah atau masyarakat.
“Untuk itu, masyarakat harus cerdas dalam menentukan pilihan. Kemajuan daerah sangat membutuhkan masyarakat yang cerdas. Kita berharap, masyarakat jangan lihat kandidat kepala daerah dari kulitnya atau bungkusnya, karena hal tersebut bisa direkayasa. Tapi lihatlah isinya atau kemampuannya,” kata Desra, intelektual muda asal Harau yang kini menetap di Kota Payakumbuh.
Desra juga berharap kepada masyarakat Kabupaten Limapuluh Lota, dalam melihat kandidat kepala daerah atau calon pemimpinnya pada tahun mendatang, jangan melihat pemimpin yang suka bersalaman atau berfoto saja. Karena, kedekatan pemimpin dengan rakyat tidak bisa dilihat dari kegemarannya berfoto atau bersalam-salaman.
”Tapi, carilah pemimpin yang mengerti kondisi dan persoalan daerah. Tidak kalah penting, kandidat kepala daerah mendatang, harus punya terobosan dalam pemerintahan. Misalnya, menciptakan lapangan kerja, mengatasi pengangguran, menciptakan iklim investasi, melakukan revitalisasi pertanian, dan hal lain yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Jadi jangan cari pemimpin yang pintar pidato saja,” ingat Desra.
Kecuali itu, Desra mengatakan, pemimpin Limapuluh Kota mendatang juga harus pandai melibatkan peran serta masyarakat. Meminta kritik dan masukan kepada masyarakat. Jangan seperti sudah-sudah. Sebelum pemilihan, semua lapisan didekati. Tapi setelah terpilih, sang pemimpin lupa diri. Seakan-akan dia lebih pintar, bisa mengatasi semuanya, dan tidak butuh lagi saran atau masukan masyarakat. “Parahnya lagi, ada yang setelah terpilih alergi dengan kritikan. Padahal, pemimpin yang sehat itu adalah orang yang hauis dengan kritik. Apalagi tidak ada yang sempurna di dunia ini, perlu kebersamaan dalam tindakan,” ungkapnya.
sumber: Padang-Ekspres
Like this:
Disimpan dalam 50 Kota, 50 Koto, Bupati, Calon · Dikaitkatakan dengan 50 Kota, Calon Bupati, Limapuluh KOta, Wajah Baru
saya setujun dengan pendapat pak Desra,krena kadang kala pemimpin menjalin kedekatan dengan masyarakat pada saat-saat kampanye saja.setelah mereka duduk tak mau lagi melihat keadaan orang-orang yang memilihnya. kami masyarakat kapur IX pada umumnya dan masyarakat NAGARI GALUGUA pada khususnya, belum pernah merasakan kemerdekaan. meskipun dalam sejarah dibaca indonesia telah mardeka sejak 17 agustus 1945. meskipun masayarakat galugua tidak dijajah dengan senjata,tapi dengan keadaan jalan yang parah membuat masyarakat galugua tertinggal dalam segala hal. baik dibidang ekonomi, pendiddikan dan banyak lagi. padahal pendidikan adalah faktor utama dari kemajuan suatu daerah.harapan kami di sini siapa pun nantinya yang duduk di kursi bupati, kami berharap walupun kami masyarakat jauh di ujung maka kami butuh sedikit perhatian. karena kami merasa bagian dari masyarakat kabupaten 50 kota.
Untuk Cabup Bupati Kab. Lima Puluh Kota kedepan diharapkan pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang jelas diikuti dengan komitmen yang kuat untuk betul-betul meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui kebijakan yang pro poor. Selain itu juga memahami permasaalahan yang ada di berbagai wilayah yang tersebar di seluruh pelosok kecamatan dan nagari di lima puluh kota. Banyak masaalah yang pelu dibenahi sepeti, kesehatan, pendidikan , ekonomi, lapangan kerja dan infrastruktur yang perlu penaganan yang cepat dan merata. Untuk mewujutkan itu tentu diperlukan pemimpin yang mempunyai hati nurani dan moral yang kuat dan keberpihakan terhadap masyarakat sebaliknya bukan pemimpin yang mementingkan diri sendiri,keluarga, golongan, daerah asal dan terlebih lagi serakah dan otoriter.
Artinya agar masyarakat jangan salah dalam memilih nantinya disarankan pilihlah pemimpin yang mempunyai nilai-nilai kemanusian dan moral yang baik lihatlah rekam jejak (track record) terlebih dahulu. Jangan sampai terbius oleh janji-janji kampanye yang bombastis yg pada akhirnya akan membawa kesengsaraan kita bersama.
Memang betul uraian di atas, tetapi perlu juga di ingat, 50 kota memerlukan pemimpin yang energetik, pasangan muda,pasangan yang inovatif agar tidak kembali lagi ke produk orde baru.